Jepang masih membutuhkan banyak tenaga kerja di berbagai sektor, termasuk pengolahan makanan. Bidang ini bahkan menjadi salah satu pilihan pekerjaan dalam skema Tokutei Ginou atau Specified Skilled Worker (SSW).
Data kebutuhan tenaga kerja menunjukkan peluang yang cukup besar. Dari kuota sekitar 139 ribu orang, realisasi pekerja di bidang pengolahan makanan sudah mencapai sekitar 93 ribu orang. Artinya, masih ada selisih sekitar 46 ribu dari kuota tersebut.
Angka ini memang menarik. Namun, pertanyaannya bukan hanya “berapa besar kuotanya?”, melainkan “seperti apa sebenarnya kerja pengolahan makanan di Jepang dan apakah bidang ini cocok untuk pemula?”
Kalau kamu sedang mempertimbangkan pekerjaan ini, ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum mendaftar, mulai dari jenis pekerjaan, kondisi kerja, kemampuan yang dibutuhkan, sampai persiapannya.
Jepang Masih Membutuhkan Banyak Pekerja Pengolahan Makanan
Industri makanan merupakan salah satu sektor yang terus berjalan karena kebutuhan makanan tidak berhenti. Pabrik makanan di Jepang memproduksi berbagai jenis produk, mulai dari makanan siap saji, bento, makanan beku, produk olahan, hingga makanan yang dijual di supermarket dan minimarket.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan tenaga kerja di sektor ini tetap menarik untuk diperhatikan.
Bagi calon pekerja Indonesia, bidang pengolahan makanan juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk mencari pengalaman kerja di Jepang melalui Tokutei Ginou.
Namun, besarnya kuota bukan berarti proses mendapatkan pekerjaan otomatis mudah. Kamu tetap perlu memenuhi persyaratan yang berlaku, memiliki kemampuan bahasa Jepang, mengikuti ujian keterampilan, dan melewati proses seleksi perusahaan.
Kalau kamu masih belum familiar dengan skema ini, kamu bisa membaca panduan apa itu Tokutei Ginou terlebih dahulu.
Jadi, angka 139 ribu dan realisasi 93 ribu lebih tepat dilihat sebagai gambaran bahwa kebutuhan tenaga kerja di bidang ini masih cukup besar, bukan sebagai jaminan bahwa setiap pendaftar pasti mendapatkan pekerjaan.
Apa Itu Pekerjaan Pengolahan Makanan di Jepang?
Kerja pengolahan makanan di Jepang tidak hanya berarti memasak makanan.
Bidang ini mencakup berbagai proses dalam produksi makanan. Pekerja bisa terlibat sejak persiapan bahan, proses pengolahan, pemeriksaan kualitas, sampai produk siap dikemas dan didistribusikan.
Jenis pekerjaannya juga dapat berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.
Contohnya, ada pekerja yang bertugas memotong bahan, mengolah makanan, menimbang produk, memasukkan makanan ke dalam kemasan, memberikan label, atau memastikan area produksi tetap bersih.
Karena sebagian besar proses dilakukan berdasarkan prosedur kerja yang jelas, pekerja harus mampu mengikuti instruksi dan SOP (Standard Operating Procedure) yang ditetapkan perusahaan.
Apa Saja Pekerjaan di Pabrik Makanan Jepang?
Supaya lebih mudah dibayangkan, berikut beberapa contoh pekerjaan yang bisa ditemukan di sektor pengolahan makanan.
| Jenis pekerjaan | Contoh tugas |
| Persiapan bahan | Menyiapkan dan memilah bahan makanan |
| Produksi | Mengolah bahan sesuai prosedur |
| Cooking | Memasak atau memproses makanan |
| Cutting | Memotong bahan sesuai ukuran |
| Packing | Memasukkan dan mengemas produk |
| Labeling | Memberikan label pada produk |
| Quality Control | Mengecek kualitas dan kondisi produk |
| Cleaning | Membersihkan alat dan area produksi |
Jadi, jangan membayangkan semua pekerja pengolahan makanan harus berdiri di depan kompor sepanjang hari.
Tugas setiap pekerja bisa berbeda. Ada yang lebih banyak berada di lini produksi, ada yang fokus pada pengemasan, dan ada pula yang melakukan pemeriksaan kualitas.
Hal yang cukup umum adalah pekerjaan dilakukan secara terstruktur dan berulang. Karena itu, ketelitian dan kedisiplinan menjadi kemampuan yang penting.

Apakah Kerja Pengolahan Makanan di Jepang Berat?
Pertanyaan ini cukup wajar, terutama bagi orang yang belum pernah bekerja di lingkungan pabrik.
Jawabannya, tingkat kesulitan pekerjaan tergantung pada posisi dan perusahaan tempat kamu bekerja.
Ada pekerjaan yang lebih ringan secara fisik, tetapi ada juga posisi yang membutuhkan aktivitas fisik lebih banyak. Kamu juga perlu beradaptasi dengan ritme kerja dan aturan perusahaan Jepang.
Berikut beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan.
1. Bisa Banyak Bekerja Sambil Berdiri
Sebagian pekerjaan produksi dilakukan sambil berdiri dalam waktu tertentu. Jika kamu terbiasa bekerja sambil duduk, kondisi ini mungkin membutuhkan proses adaptasi.
2. Pekerjaan Bisa Bersifat Repetitif
Pekerja mungkin melakukan tugas yang sama berulang kali sesuai target produksi.
Misalnya, memasukkan produk ke kemasan, melakukan pengecekan, atau menyusun produk dalam jumlah tertentu.
Pekerjaan seperti ini membutuhkan konsistensi. Kamu tidak hanya dituntut bekerja cepat, tetapi juga harus tetap teliti.
3. Harus Mengikuti SOP
Industri makanan sangat memperhatikan kebersihan dan keamanan produk.
Karena itu, pekerja harus mengikuti prosedur yang sudah ditentukan perusahaan. Mulai dari penggunaan perlengkapan kerja, cara menangani bahan, kebersihan tangan, sampai prosedur pembersihan area produksi.
4. Ada Target Produksi
Beberapa pekerjaan memiliki target tertentu yang harus diselesaikan dalam waktu kerja.
Artinya, kamu perlu terbiasa bekerja dengan ritme yang konsisten dan mengikuti instruksi dari atasan.
5. Beberapa Tempat Kerja Bisa Bersuhu Dingin
Tergantung jenis produk dan fasilitasnya, kamu mungkin bekerja di ruangan dengan suhu rendah, terutama pada proses yang berkaitan dengan makanan dingin atau beku.
Karena itu, jangan hanya melihat gaji ketika mempertimbangkan lowongan. Pahami juga kondisi kerja yang akan kamu jalani.

Apakah Pengolahan Makanan Cocok untuk Pemula?
Salah satu alasan bidang ini menarik bagi calon pekerja adalah adanya pekerjaan yang terstruktur.
Beberapa posisi tidak mengharuskan pekerja memiliki pengalaman profesional yang panjang. Namun, bukan berarti pekerjaan ini bisa dilakukan tanpa persiapan.
Cocok Jika Kamu…
Bidang pengolahan makanan bisa menjadi pilihan jika kamu:
- mampu mengikuti instruksi dengan baik
- teliti dalam melakukan pekerjaan
- disiplin dan tepat waktu
- tidak keberatan melakukan pekerjaan repetitif
- mampu bekerja dalam tim
- siap mengikuti SOP perusahaan
- memiliki kondisi fisik yang sesuai dengan pekerjaan
- mau belajar bahasa Jepang
Perlu Dipertimbangkan Lagi Jika Kamu…
Kamu mungkin perlu mempertimbangkan bidang lain jika:
- tidak nyaman berdiri dalam waktu lama
- mudah bosan dengan pekerjaan yang berulang
- sulit mengikuti prosedur yang detail
- tidak nyaman bekerja dengan target
- kurang menyukai lingkungan kerja produksi
- tidak ingin bekerja dengan aturan kebersihan yang ketat
Intinya, pemula bisa mempertimbangkan bidang pengolahan makanan, tetapi tetap harus memahami kondisi pekerjaannya.
Jangan memilih pekerjaan hanya karena melihat peluang atau nominal gaji. Pastikan karakter pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan kesiapanmu.
Apakah Harus Punya Pengalaman Kerja di Pabrik Makanan?
Tidak selalu.
Persyaratan pengalaman kerja dapat berbeda berdasarkan lowongan dan perusahaan. Ada peluang yang tidak secara khusus meminta pengalaman panjang di industri makanan.
Meski begitu, kamu tetap harus memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut.
Kemampuan mengikuti instruksi, menjaga kebersihan, bekerja secara disiplin, dan berkomunikasi dengan rekan kerja menjadi hal penting dalam lingkungan produksi.
Jadi, kalau kamu belum pernah bekerja di pabrik makanan, bukan berarti peluangmu otomatis tertutup.
Yang lebih penting adalah memahami pekerjaan dan mempersiapkan kemampuan yang dibutuhkan sebelum mendaftar.
Berapa Gaji Kerja Pengolahan Makanan di Jepang?
Gaji menjadi salah satu pertimbangan utama bagi calon pekerja Indonesia.
Namun, tidak ada satu nominal yang berlaku untuk semua pekerja pengolahan makanan di Jepang.
Besaran gaji dapat dipengaruhi oleh:
- perusahaan
- lokasi kerja
- jenis pekerjaan
- jam kerja
- lembur
- pengalaman
- tunjangan tertentu
Kamu juga perlu memperhatikan bahwa gaji yang diterima bukan berarti seluruh nominal tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Ada potongan seperti pajak dan asuransi. Selain itu, kamu juga perlu memperhitungkan biaya tempat tinggal, makanan, transportasi, dan kebutuhan lainnya.
Karena itu, ketika menemukan lowongan pengolahan makanan, jangan hanya bertanya “gajinya berapa?”
Lebih baik perhatikan juga:
| Hal yang perlu dicek | Kenapa penting |
| Gaji pokok | Mengetahui pendapatan utama |
| Jam kerja | Mengetahui pola kerja |
| Lembur | Mengetahui peluang pendapatan tambahan |
| Potongan | Mengetahui perkiraan gaji bersih |
| Asrama/tempat tinggal | Membantu menghitung biaya hidup |
| Lokasi kerja | Berpengaruh terhadap biaya hidup |
| Tunjangan | Bisa berbeda setiap perusahaan |
Kalau ingin mengetahui gambaran pekerjaan dan pendapatan bidang lainnya, kamu juga bisa membaca peluang kerja di Jepang.
Apa Syarat Kerja Pengolahan Makanan di Jepang?
Jika ingin bekerja melalui skema Tokutei Ginou, kamu harus memenuhi persyaratan yang berlaku.
Secara umum, calon pekerja perlu memenuhi beberapa aspek utama, seperti kemampuan bahasa Jepang, ujian keterampilan sesuai bidang, dokumen administrasi, dan proses seleksi perusahaan.
Lulus Tes Bahasa Jepang
Kemampuan bahasa Jepang dibutuhkan agar pekerja dapat berkomunikasi dan memahami instruksi di tempat kerja.
Persyaratan bahasa dapat dipenuhi melalui sertifikasi bahasa yang diakui dalam skema Tokutei Ginou.
Lulus Ujian Keterampilan
Calon pekerja juga perlu memiliki kemampuan yang sesuai dengan bidang pengolahan makanan.
Ujian keterampilan bertujuan memastikan calon pekerja memahami pengetahuan dan kemampuan dasar yang diperlukan dalam bidang tersebut.
Mengikuti Seleksi Perusahaan
Lulus ujian belum otomatis berarti kamu langsung bekerja di Jepang.
Kamu tetap perlu mengikuti proses seleksi perusahaan, termasuk interview jika dipersyaratkan.
Karena itu, kemampuan menjelaskan alasan bekerja di Jepang, memahami pekerjaan yang dilamar, dan berkomunikasi dalam bahasa Jepang juga penting.
Melengkapi Dokumen
Setelah mendapatkan perusahaan, masih ada proses administrasi dan dokumen yang perlu dipersiapkan sebelum keberangkatan.
Untuk informasi lengkap mengenai persyaratan Tokutei Ginou, kamu bisa membaca syarat Tokutei Ginou.
Apa yang Harus Disiapkan Sebelum Mendaftar?
Kalau kamu mulai tertarik dengan bidang pengolahan makanan, jangan menunggu sampai menemukan lowongan baru mulai belajar.
Persiapan bisa dilakukan dari sekarang.
| Persiapan | Tujuan |
| Belajar bahasa Jepang | Memahami instruksi dan berkomunikasi |
| Belajar materi skill test | Mempersiapkan ujian keterampilan |
| Latihan interview | Meningkatkan kesiapan menghadapi seleksi |
| Memahami kondisi kerja | Mengetahui pekerjaan yang akan dijalani |
| Menyiapkan dokumen | Memperlancar proses administrasi |
| Menjaga kondisi fisik | Beradaptasi dengan pekerjaan produksi |
Persiapan bahasa menjadi salah satu bagian yang tidak boleh dilewatkan.
Bukan hanya untuk lulus ujian, kemampuan bahasa Jepang juga akan membantu ketika kamu sudah berada di lingkungan kerja.
Bagaimana Cara Mencari Lowongan Pengolahan Makanan di Jepang?
Setelah memenuhi persyaratan, langkah berikutnya adalah mencari perusahaan yang membuka posisi sesuai bidangmu.
Prosesnya bisa dilakukan melalui program penyaluran atau matching job yang mempertemukan calon pekerja dengan perusahaan Jepang.
Kamu perlu memperhatikan beberapa informasi ketika menemukan lowongan:
- Nama dan lokasi perusahaan
- Jenis pekerjaan
- Gaji
- Jam kerja
- Sistem shift
- Informasi lembur
- Tempat tinggal
- Potongan dan biaya yang berlaku
- Persyaratan sertifikat bahasa dan SSW
- Tahapan seleksi
Jangan ragu untuk mencari informasi sebanyak mungkin sebelum menerima sebuah tawaran kerja.
Kamu juga bisa melihat program matching job Japanka untuk mengetahui bagaimana proses pencarian peluang kerja melalui Japanka.
Kuota Besar Bukan Berarti Semua Pendaftar Langsung Diterima
Ini bagian yang penting untuk dipahami.
Kuota sekitar 139 ribu orang memang menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga kerja di bidang pengolahan makanan cukup besar. Realisasi sekitar 93 ribu orang juga menunjukkan bahwa sudah banyak pekerja yang masuk ke bidang tersebut.
Namun, masih terdapat proses seleksi sebelum seseorang benar-benar mendapatkan pekerjaan.
Sederhananya:
Kuota tersedia → memenuhi persyaratan → lulus ujian → mencari lowongan → mengikuti seleksi → mendapatkan perusahaan → proses administrasi → berangkat ke Jepang
Jadi, jangan menganggap masih adanya kuota sebagai tanda bahwa prosesnya pasti mudah.
Justru, data tersebut bisa menjadi alasan untuk mempersiapkan diri lebih awal.
Jadi, Apakah Kerja Pengolahan Makanan di Jepang Layak Dipertimbangkan?
Kalau kamu sedang mencari peluang kerja di Jepang dan belum memiliki pengalaman khusus yang panjang, pengolahan makanan bisa menjadi salah satu bidang yang patut dipertimbangkan.
Bidang ini memiliki kebutuhan tenaga kerja yang besar dan jenis pekerjaan yang cukup beragam.
Namun, kamu juga perlu memahami tantangannya. Pekerjaan dapat bersifat repetitif, membutuhkan ketelitian, mengikuti SOP yang ketat, berdiri dalam waktu tertentu, dan pada beberapa posisi harus bekerja di lingkungan bersuhu rendah.
Jadi, pilihan terbaik bukan sekadar mencari pekerjaan dengan kuota terbesar atau gaji tertinggi.
Cari bidang yang sesuai dengan kemampuan, kondisi fisik, karakter, dan kesiapanmu.

Kerja Pengolahan Makanan di Jepang Cocok untuk Kamu?
Cocok jika:
- ✓ Teliti
- ✓ Disiplin
- ✓ Suka pekerjaan terstruktur
- ✓ Bisa bekerja dalam tim
- ✓ Siap mengikuti SOP
- ✓ Mau belajar bahasa Jepang
Perlu dipertimbangkan jika:
- × Tidak suka pekerjaan repetitif
- × Tidak nyaman berdiri lama
- × Sulit mengikuti aturan kerja
- × Tidak nyaman bekerja dengan target
Siap Mencari Peluang Kerja Pengolahan Makanan di Jepang?
Peluang di bidang pengolahan makanan masih menarik untuk dipertimbangkan. Namun, persiapan tetap menjadi kunci.
Mulai dari belajar bahasa Jepang, mempersiapkan ujian keterampilan, memahami kondisi pekerjaan, sampai latihan interview perlu dilakukan sebelum proses seleksi.
Kalau kamu ingin mengetahui peluang kerja yang tersedia dan mempersiapkan diri untuk bekerja di Jepang. Konsultasikan kebutuhanmu bersama tim Japanka dan mulai persiapkan diri dari sekarang. Jangan lupa follow IG kami agar tidak ketinggalan info dan tips menarik lainnya.
FAQ Seputar Kerja Pengolahan Makanan di Jepang
Apakah kerja pengolahan makanan di Jepang cocok untuk pemula?
Ya. Bidang pengolahan makanan dapat menjadi pilihan bagi pemula karena beberapa posisi memiliki pekerjaan yang terstruktur dan mengikuti SOP. Namun, pekerja tetap harus siap melakukan pekerjaan repetitif, berdiri dalam waktu tertentu, menjaga kebersihan, dan mengikuti target produksi.
Apa saja tugas pekerja pengolahan makanan di Jepang?
Tugasnya dapat mencakup persiapan bahan, proses produksi, memasak atau mengolah makanan, memotong, menimbang, mengemas, memberi label, mengecek kualitas, hingga membersihkan area dan peralatan kerja.
Apakah kerja di pabrik makanan Jepang berat?
Tingkat kesulitannya berbeda berdasarkan posisi dan perusahaan. Beberapa pekerjaan membutuhkan aktivitas fisik, berdiri cukup lama, pekerjaan repetitif, serta kepatuhan terhadap SOP dan target produksi.
Apakah harus punya pengalaman kerja untuk bekerja di pengolahan makanan Jepang?
Tidak selalu. Beberapa lowongan dapat terbuka untuk pekerja yang belum memiliki pengalaman khusus. Namun, calon pekerja tetap harus memenuhi persyaratan Tokutei Ginou dan mengikuti proses seleksi perusahaan.
Berapa gaji pekerja pengolahan makanan di Jepang?
Gaji berbeda berdasarkan perusahaan, lokasi kerja, jam kerja, lembur, dan pengalaman. Calon pekerja juga perlu memperhitungkan pajak, asuransi, tempat tinggal, dan biaya hidup di Jepang.
Apa syarat kerja pengolahan makanan di Jepang melalui Tokutei Ginou?
Secara umum, calon pekerja perlu memenuhi persyaratan Tokutei Ginou, termasuk kemampuan bahasa Jepang dan kelulusan ujian keterampilan bidang pengolahan makanan. Setelah itu, calon pekerja perlu mengikuti proses seleksi perusahaan dan memenuhi persyaratan administrasi yang berlaku.
Apakah peluang kerja pengolahan makanan di Jepang masih besar?
Peluangnya masih menarik karena sektor pengolahan makanan memiliki kebutuhan tenaga kerja yang besar. Data yang digunakan dalam artikel ini menunjukkan kuota sekitar 139 ribu orang dengan realisasi sekitar 93 ribu orang. Namun, kuota bukan jaminan bahwa setiap pendaftar akan langsung mendapatkan pekerjaan.