Buat kamu yang sedang mencari peluang kerja ke Jepang lewat program Tokutei Ginou, bidang Kaigo mungkin sudah tidak asing lagi.
Kaigo merupakan bidang pekerjaan yang berkaitan dengan perawatan dan pendampingan lansia maupun orang yang membutuhkan bantuan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Bidang ini juga menjadi salah satu sektor yang mendapatkan kuota penerimaan tenaga kerja asing cukup besar dari pemerintah Jepang.
Untuk periode April 2024 sampai Maret 2029, Jepang menetapkan kuota penerimaan Tokutei Ginou Kaigo sebanyak 135.000 orang. Sementara itu, berdasarkan data realisasi yang digunakan dalam pembahasan ini, jumlah pekerja yang sudah masuk mencapai sekitar 67.000 orang.
Artinya, jika dibandingkan secara sederhana, realisasi tersebut baru berada di sekitar setengah dari batas penerimaan yang ditetapkan.
Tapi, apakah angka tersebut berarti masih ada 68.000 lowongan Kaigo yang bisa langsung dilamar?
Tidak sesederhana itu.
Kuota nasional bukan berarti jumlah lowongan yang tersedia di perusahaan. Meski begitu, angka tersebut tetap memberikan gambaran bahwa Kaigo masih menjadi bidang yang memiliki kebutuhan tenaga kerja besar di Jepang.
Lalu, seperti apa peluangnya untuk calon pekerja Indonesia?

Kuota Kaigo Jepang Mencapai 135 Ribu Orang
Sebelum membahas peluangnya, kita perlu memahami dulu apa arti angka 135.000 tersebut.
Menurut situs resmi Specified Skilled Worker Jepang, bidang Nursing Care atau Kaigo memiliki expected number accepted sebanyak 135.000 orang untuk periode lima tahun, yaitu April 2024 sampai Maret 2029.
Angka tersebut merupakan batas penerimaan maksimal dalam periode tersebut.
Berikut gambaran sederhananya:
| Data Tokutei Ginou Kaigo | Jumlah |
| Periode penerimaan | April 2024–Maret 2029 |
| Kuota maksimal | 135.000 orang |
| Realisasi yang digunakan dalam artikel | ±67.000 orang |
| Perkiraan proporsi terhadap kuota | ±50% |
| Sisa ruang berdasarkan batas kuota | ±68.000 orang* |
Keterangan: angka ±68.000 bukan berarti tersedia 68.000 lowongan kerja. Kuota merupakan batas penerimaan nasional, sedangkan lowongan bergantung pada kebutuhan masing-masing perusahaan atau fasilitas Kaigo.
Jadi, ketika melihat angka 135 ribu, jangan langsung berpikir bahwa Jepang sedang menyediakan 135 ribu posisi pekerjaan yang bisa diisi begitu saja.
Namun, besarnya kuota tetap menunjukkan satu hal penting.
Jepang memberikan ruang penerimaan yang besar untuk tenaga kerja asing di bidang Kaigo.
Sudah 67 Ribu Orang, Apakah Peluangnya Masih Terbuka?
Kalau realisasinya sudah mencapai sekitar 67 ribu orang, mungkin muncul pertanyaan:
“Kalau sudah sebanyak itu, apakah masih terlambat untuk daftar Kaigo?”
Jawabannya, belum tentu.
Justru angka kuota dan realisasi tersebut perlu dilihat bersama.
Kuota Kaigo mencapai 135.000 orang selama lima tahun, sementara realisasi yang menjadi dasar pembahasan ini sekitar 67.000 orang. Secara matematis, jumlah tersebut masih sekitar setengah dari batas penerimaan.
Tetapi sekali lagi, angka ini bukan jaminan bahwa setiap orang yang mendaftar akan mendapatkan pekerjaan.
Ada beberapa tahap yang tetap harus dilewati calon pekerja, mulai dari memenuhi persyaratan bahasa Jepang, mengikuti ujian yang diperlukan, mencari perusahaan yang membuka posisi, mengikuti proses seleksi, sampai memenuhi persyaratan visa.
Jadi, lebih tepat jika data tersebut dibaca sebagai:
Kaigo masih memiliki ruang penerimaan yang besar, tetapi calon pekerja tetap harus bersaing dan memenuhi kualifikasi.
Hal ini juga menjadi alasan kenapa persiapan lebih awal bisa menjadi keuntungan.

Kenapa Jepang Masih Membutuhkan Tenaga Kerja Kaigo?
Besarnya kuota Kaigo tentu bukan tanpa alasan.
Pekerjaan Kaigo berhubungan dengan kebutuhan perawatan dan pendampingan orang lanjut usia serta orang yang mengalami kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Dalam pekerjaan ini, tenaga kerja dapat melakukan bantuan seperti mendampingi aktivitas mandi, makan, buang air, rekreasi, hingga membantu latihan fungsi tubuh sesuai kondisi pengguna layanan.
Karena itu, kebutuhan tenaga kerja Kaigo tidak hanya muncul dari perusahaan yang ingin menambah jumlah karyawan, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan layanan perawatan di masyarakat Jepang.
Pemerintah Jepang sendiri memasukkan Nursing Care sebagai salah satu bidang dalam skema Tokutei Ginou karena kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut.
Dengan kata lain, Kaigo bukan bidang yang muncul hanya karena tren kerja ke Jepang.
Kebutuhannya berkaitan langsung dengan layanan perawatan yang memang dibutuhkan di Jepang.
Peluang Kaigo Bukan Berarti Pekerja Bisa Langsung Berangkat
Ada satu hal yang sering disalahpahami calon pekerja.
Ketika melihat angka kuota yang besar, sebagian orang mungkin berpikir:
“Berarti gampang dong masuk Kaigo?”
Belum tentu.
Kuota besar tidak menghilangkan persyaratan yang harus dipenuhi.
Untuk Tokutei Ginou Kaigo, calon pekerja perlu memenuhi standar keterampilan dan bahasa Jepang. Situs resmi SSW mencantumkan Nursing Care Skills Evaluation Test, kemudian kemampuan bahasa Jepang melalui JFT-Basic atau JLPT N4 atau lebih tinggi, serta Nursing Care Japanese Language Evaluation Test.
Jadi, peluangnya memang ada, tetapi tetap membutuhkan persiapan.
Buat kamu yang baru mulai belajar, jangan hanya fokus mencari informasi lowongan. Mulai juga persiapkan kemampuan yang memang dibutuhkan sejak awal.
Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan untuk Mengejar Peluang Kaigo?

Kalau kamu tertarik memanfaatkan peluang kerja Kaigo di Jepang, persiapannya bisa dilakukan secara bertahap.
1. Mulai Belajar Bahasa Jepang
Bahasa Jepang menjadi bagian penting karena pekerjaan Kaigo melibatkan komunikasi langsung dengan pengguna layanan dan rekan kerja.
Untuk jalur Tokutei Ginou Kaigo, salah satu persyaratan bahasa yang tercantum secara resmi adalah JFT-Basic atau JLPT N4 ke atas, ditambah ujian bahasa Jepang khusus bidang Kaigo.
Jadi, belajar bahasa Jepang sebaiknya tidak ditunda sampai menjelang keberangkatan.
2. Pelajari Bahasa Jepang Khusus Kaigo
Bahasa Jepang sehari-hari saja belum tentu cukup.
Dalam pekerjaan Kaigo, kamu akan menemukan istilah yang berkaitan dengan tubuh, kesehatan, aktivitas sehari-hari, instruksi pekerjaan, hingga komunikasi dengan pengguna layanan.
Karena itu, kemampuan bahasa Jepang khusus Kaigo juga perlu dipersiapkan.
3. Persiapkan Ujian Keterampilan Kaigo
Selain bahasa, calon pekerja juga harus memperhatikan ujian keterampilan.
Pemerintah Jepang mencantumkan Nursing Care Skills Evaluation Test sebagai standar keterampilan untuk Tokutei Ginou bidang Kaigo.
Ada pengecualian tertentu, misalnya peserta yang telah menyelesaikan Technical Intern Training II terkait bidang tersebut dengan baik dapat memperoleh pembebasan ujian keterampilan sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Cari Informasi Lowongan dari Sumber yang Terpercaya
Setelah kemampuan dan persyaratan mulai siap, barulah fokus pada informasi lowongan.
Jangan hanya melihat angka kuota.
Yang lebih penting adalah mencari tahu:
- posisi yang tersedia,
- lokasi kerja,
- jenis fasilitas,
- persyaratan perusahaan,
- gaji dan tunjangan,
- jam kerja,
- serta proses rekrutmennya.
Dengan begitu, kamu bisa menilai apakah lowongan tersebut memang sesuai dengan kondisi dan kemampuanmu.
Kaigo Dibanding Bidang Tokutei Ginou Lain, Bagaimana?

Kalau kamu masih bingung memilih bidang Tokutei Ginou, kuota bisa menjadi salah satu indikator yang menarik untuk diperhatikan.
Sebagai contoh, beberapa bidang Tokutei Ginou juga memiliki kuota besar pada periode yang sama.
| Bidang | Kuota Penerimaan 2024–2029 |
| Kaigo | 135.000 |
| Food & Beverage Manufacturing | 139.000 |
| Construction | 80.000 |
| Agriculture | 78.000 |
| Building Cleaning | 37.000 |
Data resmi SSW menunjukkan, misalnya, bidang Food & Beverage Manufacturing memiliki kuota 139.000 orang, sementara Kaigo mencapai 135.000 orang untuk periode lima tahun yang sama.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa Kaigo memang termasuk bidang dengan kapasitas penerimaan yang besar.
Namun, jangan memilih bidang hanya berdasarkan angka kuota.
Pekerjaan setiap bidang berbeda. Persyaratan keterampilan, jenis pekerjaan, lingkungan kerja, dan kemampuan yang dibutuhkan juga berbeda.
Kalau kamu memang tertarik dengan pekerjaan yang berhubungan dengan pendampingan dan perawatan lansia, Kaigo bisa menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan.
Apakah Sekarang Masih Worth It Mengejar Tokutei Ginou Kaigo?
Kalau pertanyaannya hanya:
“Apakah peluang Kaigo masih ada?”
Jawabannya adalah ya, masih ada ruang penerimaan berdasarkan kuota periode 2024–2029.
Namun, pertanyaan yang lebih tepat sebenarnya adalah:
“Apakah saya sudah siap memenuhi kualifikasi untuk masuk ke bidang Kaigo?”
Karena semakin banyak orang yang tertarik bekerja di Jepang, memiliki kemampuan yang sesuai sejak awal bisa membuat persiapanmu lebih terarah.
Selain itu, jadwal ujian juga perlu diperhatikan. Informasi resmi SSW menunjukkan ujian bidang Nursing Care tersedia di Indonesia, dan jadwal ujian dapat berubah sehingga calon peserta perlu mengecek informasi terbaru sebelum melakukan pendaftaran.
Jadi, daripada hanya menunggu sampai menemukan lowongan yang menarik, kamu bisa mulai dari sekarang:
Belajar bahasa Jepang → persiapkan ujian Kaigo → cari lowongan → ikut seleksi → lengkapi proses keberangkatan.
Jangan Tunggu Kuota Hampir Penuh untuk Mulai Bersiap
Data 135.000 kuota dan sekitar 67.000 realisasi memang memberikan gambaran bahwa peluang Kaigo masih terbuka.
Tetapi jangan menerjemahkan angka tersebut sebagai “masih ada puluhan ribu lowongan yang bisa diperebutkan”.
Kuota nasional berbeda dengan lowongan perusahaan.
Yang bisa kita simpulkan adalah Jepang telah menetapkan kebutuhan penerimaan yang besar untuk bidang Kaigo dalam periode lima tahun tersebut.
Karena itu, kalau Kaigo memang menjadi bidang yang kamu incar, sekarang justru bisa menjadi waktu yang tepat untuk mulai mempersiapkan diri.
Tidak perlu menunggu sampai semua persyaratan terasa sempurna. Mulai dari bahasa Jepang, kenali ujian Kaigo, pahami jenis pekerjaannya, lalu cari informasi proses rekrutmen dari sumber yang terpercaya.
Kalau kamu ingin memahami lebih jauh tentang profesi dan jalur Tokutei Ginou Caregiver, kamu juga bisa membaca artikel Tokutei Ginou Caregiver dan peluang kerja sebagai perawat lansia di Jepang.
Selain Kaigo, Japanka juga membahas berbagai bidang Tokutei Ginou lainnya, termasuk peluang menjadi driver di Jepang lewat Tokutei Ginou.
Peluang kerja Kaigo di Jepang masih menarik untuk dipertimbangkan. Jepang menetapkan kuota maksimal 135.000 tenaga kerja untuk bidang Kaigo selama April 2024 hingga Maret 2029, sementara realisasi yang digunakan dalam artikel ini berada di sekitar 67.000 orang.
Angka tersebut menunjukkan bahwa penerimaan masih berjalan dan belum mencapai batas kuota. Namun, kuota bukan berarti jumlah lowongan yang tersedia secara langsung.
Calon pekerja tetap harus memenuhi persyaratan bahasa Jepang, keterampilan Kaigo, mengikuti proses seleksi, dan memenuhi ketentuan Tokutei Ginou.
Jadi, kalau kamu memang ingin kerja di Jepang sebagai Kaigo, jangan hanya melihat berapa kuotanya. Lihat juga seberapa siap kamu memenuhi persyaratannya. Konsultasikan rencana kerja ke Jepang bersama tim Japanka dan mulai persiapkan diri dari sekarang. Jangan lupa follow IG kami agar tidak ketinggalan info dan tips menarik lainnya.
FAQ Seputar Peluang Kerja Kaigo di Jepang
Apakah peluang kerja Kaigo di Jepang masih besar?
Ya. Jepang menetapkan kuota penerimaan Tokutei Ginou Kaigo sebanyak 135.000 orang untuk periode April 2024 sampai Maret 2029. Data realisasi yang digunakan dalam artikel ini berada di sekitar 67.000 orang. Artinya, penerimaan masih berjalan dan belum mencapai batas kuota. Namun, kuota bukan berarti jumlah lowongan yang tersedia secara langsung.
Berapa kuota Tokutei Ginou Kaigo di Jepang?
Kuota Tokutei Ginou Kaigo ditetapkan sebanyak 135.000 orang untuk periode lima tahun, mulai April 2024 sampai Maret 2029.
Berapa orang yang sudah bekerja sebagai Tokutei Ginou Kaigo?
Data yang menjadi dasar pembahasan artikel ini menunjukkan realisasi sekitar 67.000 orang. Angka tersebut perlu dilihat berdasarkan periode data karena jumlah pemegang status Tokutei Ginou dapat terus berubah.
Apakah kuota 135.000 berarti masih ada 68.000 lowongan Kaigo?
Tidak. Angka 135.000 merupakan batas penerimaan nasional selama periode lima tahun, bukan daftar 135.000 lowongan yang tersedia. Ketersediaan lowongan tetap bergantung pada kebutuhan masing-masing perusahaan atau fasilitas Kaigo dan proses rekrutmen yang berlaku.
Apa saja yang perlu disiapkan untuk bekerja sebagai Tokutei Ginou Kaigo?
Calon pekerja perlu mempersiapkan kemampuan bahasa Jepang dan keterampilan bidang Kaigo. Persyaratan resmi mencantumkan Nursing Care Skills Evaluation Test, JFT-Basic atau JLPT N4 ke atas, serta Nursing Care Japanese Language Evaluation Test, dengan beberapa pengecualian berdasarkan riwayat pelatihan atau status tertentu.
Apakah harus punya pengalaman menjadi caregiver untuk bekerja di Jepang?
Tidak selalu. Jalur Tokutei Ginou memiliki persyaratan keterampilan dan bahasa yang harus dipenuhi, sehingga calon pekerja perlu melihat ketentuan jalur yang digunakan. Yang paling penting, jangan menganggap pengalaman sebagai caregiver otomatis menggantikan seluruh persyaratan Tokutei Ginou.