Jepang masih membutuhkan banyak tenaga kerja untuk berbagai sektor, termasuk bidang Building Cleaning. Melalui program Tokutei Ginou atau Specified Skilled Worker, pemerintah Jepang menetapkan kuota penerimaan hingga 37.000 orang untuk bidang Building Cleaning Jepang dalam periode lima tahun.
Sementara itu, berdasarkan data yang menjadi dasar pembahasan artikel ini, jumlah tenaga kerja yang sudah terealisasi berada di kisaran 8.000 orang.
Jika melihat kedua angka tersebut, peluang bagi calon pekerja asing masih terlihat cukup besar. Namun, perlu dipahami bahwa kuota 37.000 orang bukan berarti ada 37.000 lowongan yang bisa langsung dilamar. Kuota merupakan batas penerimaan tenaga kerja dalam periode tertentu, sedangkan lowongan tetap bergantung pada kebutuhan dan rekrutmen masing-masing perusahaan.
Lalu, seperti apa pekerjaan Building Cleaning di Jepang? Berapa kuotanya, apa saja syaratnya, dan bagaimana peluangnya bagi orang Indonesia?
Kuota Building Cleaning Jepang Mencapai 37.000 Orang
Building Cleaning menjadi salah satu bidang yang dapat dimasuki melalui skema Tokutei Ginou 1. Pemerintah Jepang menetapkan jumlah penerimaan maksimal sebanyak 37.000 orang selama lima tahun untuk bidang ini.
Pekerjaan dalam bidang ini berfokus pada kebersihan bagian dalam bangunan. Calon pekerja tidak hanya membersihkan satu jenis tempat, tetapi dapat bekerja di berbagai bangunan yang digunakan oleh banyak orang.
Berikut gambaran singkatnya.
| Informasi | Building Cleaning |
| Program | Tokutei Ginou |
| Tingkat | Tokutei Ginou 1 |
| Kuota penerimaan | 37.000 orang |
| Periode kuota | Lima tahun |
| Pekerjaan utama | Membersihkan bagian dalam bangunan |
| Status pekerjaan | Direct employment |
| Bahasa Jepang | JFT-Basic atau JLPT N4 ke atas |
Pemerintah Jepang juga menjelaskan bahwa perusahaan penerima tenaga kerja Building Cleaning harus memenuhi persyaratan khusus dan menjadi anggota Building Cleaning Specified Skilled Worker Council.

Baru Sekitar 8.000 Orang Terealisasi
Berdasarkan data yang menjadi dasar artikel ini, jumlah tenaga kerja yang telah terealisasi sekitar 8.000 orang dari kuota 37.000 orang.
Jika angka tersebut dibandingkan dengan total kuota, maka:
37.000 – 8.000 = 29.000 orang
Secara hitungan sederhana, realisasi tersebut setara dengan sekitar 21,6% dari total kuota, sehingga masih terdapat sekitar 78,4% dari kuota yang belum terealisasi.
Angka ini menunjukkan bahwa bidang Building Cleaning masih memiliki ruang penerimaan tenaga kerja yang cukup besar.
Namun, calon pekerja perlu memahami satu hal penting. 29.000 bukan berarti jumlah lowongan aktif yang tersedia saat ini.
Kuota 37.000 merupakan jumlah penerimaan maksimum dalam periode lima tahun. Jumlah lowongan yang benar-benar dibuka perusahaan dapat berubah sesuai kebutuhan tenaga kerja, lokasi, waktu rekrutmen, dan proses seleksi.
Karena itu, angka kuota sebaiknya dilihat sebagai indikator bahwa Jepang masih memberikan ruang besar untuk penerimaan tenaga kerja di bidang Building Cleaning, bukan sebagai jaminan setiap pelamar pasti mendapatkan pekerjaan.
Kenapa Jepang Membutuhkan Pekerja Building Cleaning?

Building Cleaning berkaitan dengan pemeliharaan kebersihan dan lingkungan bangunan yang digunakan oleh banyak orang. Pekerja bertugas menjaga kebersihan, keamanan, kenyamanan, serta kondisi bangunan agar tetap layak digunakan.
Pemerintah Jepang memasukkan Building Cleaning sebagai salah satu bidang dalam program Tokutei Ginou karena adanya kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut. Informasi resmi pemerintah juga terus memuat pembaruan mengenai penerimaan tenaga kerja asing dan pengembangan sistem di bidang Building Cleaning.
Kebutuhan tenaga kerja dapat muncul di berbagai jenis bangunan, seperti:
- Gedung perkantoran
- Hotel
- Rumah sakit
- Fasilitas komersial
- Gedung publik
- Fasilitas lain yang digunakan banyak orang
Karena lingkungan kerja memiliki karakteristik yang berbeda, pekerja Building Cleaning perlu memahami cara memilih metode, peralatan, dan bahan pembersih yang sesuai.
Apa Saja Pekerjaan Building Cleaning Jepang?
Mungkin masih banyak yang mengira Building Cleaning hanya berarti menyapu dan mengepel. Faktanya, pekerjaan ini memiliki standar dan metode kerja yang cukup terstruktur.
Menurut deskripsi pekerjaan resmi pemerintah Jepang, pekerjaan Building Cleaning mencakup pembersihan bagian dalam bangunan dengan memperhatikan perbedaan lokasi, bagian bangunan, material, serta jenis kotoran. Pekerja juga perlu memilih metode, deterjen, dan peralatan yang sesuai.
Beberapa pekerjaan yang dapat dilakukan antara lain:
- Membersihkan lantai
- Membersihkan kamar mandi
- Membersihkan toilet
- Membersihkan wastafel
- Membersihkan area umum
- Membersihkan permukaan dan bagian dalam bangunan
- Menggunakan peralatan kebersihan
- Mengisi kembali amenitas tertentu
- Melakukan pekerjaan housekeeping pada kondisi tertentu
Pekerjaan membersihkan kamar hotel juga termasuk dalam cakupan pekerjaan utama Building Cleaning ketika aktivitas tersebut menjadi bagian dari rangkaian pekerjaan untuk menyiapkan kamar agar siap digunakan.
Karena itu, pekerjaan Building Cleaning membutuhkan ketelitian dan kemampuan mengikuti prosedur, bukan hanya tenaga fisik.
Syarat Kerja Building Cleaning Jepang

Jika ingin bekerja sebagai Building Cleaning melalui Tokutei Ginou 1, calon pekerja harus memenuhi beberapa persyaratan.
1. Lulus Ujian Keterampilan Building Cleaning
Calon pekerja perlu memenuhi standar keterampilan melalui Building Cleaning Specified Skilled Worker Test.
Ujian tersebut digunakan untuk mengukur kemampuan yang dibutuhkan dalam pekerjaan Building Cleaning. Pemerintah Jepang juga menyediakan materi pembelajaran dan informasi mengenai ujian keterampilan ini.
Namun, terdapat pengecualian tertentu. Orang yang telah menyelesaikan Technical Intern Training No. 2 dengan baik dan memenuhi ketentuan yang berlaku dapat memperoleh pembebasan dari ujian tertentu.
2. Memiliki Kemampuan Bahasa Jepang
Kemampuan bahasa menjadi salah satu syarat penting untuk Tokutei Ginou.
Untuk Building Cleaning, persyaratan bahasa dapat dipenuhi melalui:
- JFT-Basic, atau
- JLPT N4 atau lebih tinggi
Pekerja yang telah menyelesaikan Technical Intern Training No. 2 dengan baik juga dapat memperoleh pengecualian dari persyaratan ujian bahasa sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Memenuhi Persyaratan Tokutei Ginou
Selain keterampilan dan bahasa, calon pekerja tetap perlu memenuhi persyaratan lain dalam proses Tokutei Ginou, termasuk persyaratan administrasi, kontrak kerja, dan proses pengajuan status tinggal.
Berapa Gaji Building Cleaning di Jepang?
Besarnya gaji pekerja Building Cleaning tidak selalu sama. Nominal yang diterima dapat dipengaruhi oleh:
- Lokasi kerja
- Perusahaan
- Jam kerja
- Pengalaman
- Tunjangan
- Jumlah lembur
- Jenis pekerjaan
Karena itu, calon pekerja sebaiknya tidak hanya melihat nominal gaji dalam sebuah lowongan. Perhatikan juga jam kerja, potongan biaya, tempat tinggal, tunjangan, lembur, serta kondisi kerja yang ditawarkan.
Hal tersebut penting karena gaji yang terlihat besar belum tentu menghasilkan take-home pay yang paling tinggi jika biaya tempat tinggal dan potongan lainnya juga besar.
Apakah Building Cleaning Bisa Jadi Pilihan untuk Kerja ke Jepang?
Building Cleaning dapat menjadi salah satu pilihan bagi orang Indonesia yang ingin bekerja di Jepang melalui jalur Tokutei Ginou.
Bidang ini memiliki kuota penerimaan yang cukup besar. Pemerintah Jepang juga masih menjalankan berbagai kebijakan dan pembaruan terkait penerimaan tenaga kerja asing di sektor Building Cleaning pada 2026.
Namun, peluang tersebut tetap harus diimbangi dengan persiapan.
Kelebihan Building Cleaning
Beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan antara lain:
- Memiliki kuota penerimaan hingga 37.000 orang
- Termasuk bidang resmi dalam Tokutei Ginou
- Pekerjaan memiliki standar dan prosedur yang jelas
- Tidak hanya terbatas pada satu jenis bangunan
- Memiliki jalur pengembangan menuju Tokutei Ginou 2
Hal yang Perlu Dipersiapkan
Calon pekerja juga perlu siap menghadapi tuntutan pekerjaan, seperti:
- Berdiri atau bergerak dalam waktu tertentu
- Melakukan pekerjaan secara berulang
- Mengikuti standar kebersihan
- Menggunakan alat dan bahan pembersih dengan benar
- Menjaga ketelitian
- Berkomunikasi dengan rekan kerja
- Mengikuti aturan perusahaan Jepang
Jadi, Building Cleaning bukan sekadar pekerjaan yang mengandalkan tenaga. Kedisiplinan, ketelitian, dan kemampuan mengikuti prosedur juga sangat penting.
Apakah Building Cleaning Bisa Lanjut ke Tokutei Ginou 2?

Ya. Building Cleaning termasuk bidang yang memiliki jalur Tokutei Ginou 2.
Perbedaan pekerjaan pada tingkat kedua cukup signifikan. Pada Tokutei Ginou 2, pekerja tidak hanya melakukan pekerjaan kebersihan, tetapi juga dapat bertugas mengawasi beberapa pekerja, mengelola lokasi, membuat perencanaan pekerjaan, melakukan pengaturan progres, serta menjalankan tugas manajemen lainnya.
Untuk memperoleh Tokutei Ginou 2, pekerja harus memenuhi standar keterampilan dan pengalaman kerja yang ditentukan.
Artinya, Building Cleaning tidak harus berhenti pada pekerjaan operasional. Pekerja yang mengembangkan keterampilan dan memenuhi persyaratan dapat memiliki jalur karier menuju posisi dengan tanggung jawab yang lebih besar.
Building Cleaning Cocok untuk Siapa?
Building Cleaning dapat dipertimbangkan oleh kamu yang:
- Ingin mencari peluang kerja di Jepang
- Tertarik dengan pekerjaan di bidang kebersihan dan housekeeping
- Tidak keberatan melakukan pekerjaan fisik
- Teliti dan disiplin
- Mampu mengikuti prosedur kerja
- Bersedia belajar bahasa Jepang
- Ingin mencoba jalur Tokutei Ginou
- Ingin membangun pengalaman kerja di Jepang
Sebelum memilih bidang ini, pastikan kamu memahami pekerjaan yang akan dilakukan. Jangan memilih hanya karena melihat angka kuota yang besar.
Cara Mempersiapkan Diri untuk Kerja Building Cleaning di Jepang
Tertarik dengan peluang Building Cleaning? Persiapkan diri secara bertahap.
1. Pelajari persyaratan Tokutei Ginou
Pahami terlebih dahulu persyaratan yang berlaku untuk bidang Building Cleaning, mulai dari kemampuan bahasa hingga ujian keterampilan.
2. Belajar bahasa Jepang
Mulai persiapkan kemampuan bahasa Jepang hingga memenuhi standar yang dibutuhkan.
Kemampuan bahasa juga akan membantu kamu berkomunikasi ketika bekerja dan beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari di Jepang.
3. Persiapkan ujian keterampilan
Pelajari materi yang berkaitan dengan pekerjaan Building Cleaning dan biasakan diri dengan istilah serta prosedur yang digunakan.
Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang menyediakan materi pembelajaran Building Cleaning Specified Skilled Worker, termasuk materi dalam bahasa Indonesia.
4. Siapkan diri untuk wawancara
Selain kemampuan teknis, perusahaan dapat mempertimbangkan sikap, komunikasi, kedisiplinan, serta kesiapan calon pekerja.
Karena itu, latihan wawancara menjadi bagian penting dalam persiapan kerja ke Jepang.
5. Ikuti proses melalui jalur yang resmi
Pastikan informasi mengenai pekerjaan, perusahaan, kontrak, biaya, dan proses keberangkatan dijelaskan secara transparan sebelum mengambil keputusan.
Peluang Building Cleaning Jepang Masih Terbuka, Tapi Persiapan Tetap Penting
Kuota 37.000 orang menunjukkan bahwa Building Cleaning menjadi salah satu bidang yang memiliki ruang penerimaan tenaga kerja asing dalam jumlah besar melalui Tokutei Ginou. Berdasarkan data yang menjadi dasar pembahasan ini, realisasinya baru sekitar 8.000 orang.
Namun, calon pekerja perlu membedakan antara kuota dan lowongan kerja. Kuota menunjukkan jumlah penerimaan maksimum dalam periode yang ditentukan, sedangkan lowongan bergantung pada kebutuhan perusahaan.
Karena itu, jangan hanya mengejar angka kuota. Gunakan informasi tersebut sebagai tanda bahwa bidang Building Cleaning masih memiliki peluang, lalu fokus pada persiapan bahasa Jepang, keterampilan, dokumen, dan kemampuan mengikuti proses seleksi.
Jika kamu sudah memenuhi persyaratan dan menemukan lowongan yang sesuai, peluang untuk bekerja di Jepang bisa dipersiapkan secara lebih terarah.
Tertarik Kerja Building Cleaning di Jepang?
Peluang kerja di bidang Building Cleaning masih terbuka bagi calon pekerja yang memenuhi persyaratan Tokutei Ginou.
Sebelum mendaftar, pastikan kamu sudah memahami jenis pekerjaan, persyaratan bahasa, ujian keterampilan, serta proses seleksinya.
Ingin tahu apakah kamu cocok mengikuti jalur Building Cleaning ke Jepang? Konsultasikan rencana kerja ke Jepang bersama tim Japanka dan mulai persiapkan diri dari sekarang. Jangan lupa follow IG kami agar tidak ketinggalan info dan tips menarik lainnya.
FAQ: Kerja Building Cleaning Jepang, Kuota Masih 37.000
Apa itu Building Cleaning di Jepang?
Building Cleaning adalah bidang pekerjaan yang berfokus pada kebersihan bagian dalam bangunan dan dapat dimasuki melalui program Tokutei Ginou.
Berapa kuota Building Cleaning Jepang?
Kuota penerimaan Tokutei Ginou 1 bidang Building Cleaning ditetapkan maksimal 37.000 orang untuk periode lima tahun.
Apa syarat kerja Building Cleaning di Jepang?
Calon pekerja perlu memenuhi persyaratan Tokutei Ginou, termasuk kemampuan bahasa Jepang dan keterampilan Building Cleaning sesuai ketentuan yang berlaku.
Apakah Building Cleaning bisa menggunakan Tokutei Ginou 2?
Bisa. Building Cleaning termasuk bidang yang memiliki jalur Tokutei Ginou 2.
Apa saja pekerjaan Building Cleaning?
Pekerja dapat melakukan berbagai pekerjaan kebersihan bagian dalam bangunan, termasuk lantai, toilet, kamar mandi, wastafel, area umum, dan pekerjaan housekeeping tertentu.
Apakah orang Indonesia bisa bekerja sebagai Building Cleaning di Jepang?
Bisa, selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk Tokutei Ginou dan berhasil mendapatkan pekerjaan dari perusahaan yang memenuhi ketentuan penerimaan.
Apakah kuota 37.000 berarti ada 37.000 lowongan Building Cleaning?
Tidak. Angka 37.000 merupakan jumlah penerimaan maksimum selama lima tahun, bukan jumlah lowongan aktif yang tersedia pada satu waktu.